MOLA HIDATIDOSA
PENGERTIAN
Mola hidatidosa adalah kehamilan abnormsl dimana neoplasma jinak dari sel
trofoblast. Pada mola hidatidosa kehamilan tidak berkembang menjadi janin yang
sempurna, melainkan
berkembang kenjadi keadaan patologik.
Frekuensi
Mola hidatidosa banyak ditemukan di Negara – negara asia, Afrika dan Amerika
latin dari pada di Negara – negara barat. Mola hidatidosa merupakan penyakit wanita
dalam masa reproduksi antara umur 15 tahun sampai 45 tahun.
Faktor – faktor penyebab
mola hidatidosa antara lain :
·
Keadaan sosioekonomi yang tinggi dan parietas tinggi.
·
Keluhan dari penderita seperti gejala – gejala hamil muda yang kadang
–
kadang lebih nyata dari
kehamilan biasanya.
Molahidatidosa
adalah kehamilan abnormal dengan ciri stromavilus korialis langka vaskularisasi
dan edematus. Pada kehamilan ini janin biasanya meninggal, akan tetapi
vilus-vilus yang membesar dan edematus itu hidup dan tumbuh terus; gambaran
yang diberikan adalah sebagi segugus buah anggur. Jaringan trofoblas pada vilus
kadang-kadang berproliverasi ringan dan kadang-kadang keras, dan mengeluarkan
HCG dalam jumlah yang lebih besar dari kehamilan biasa.
Mola hidatidosa dibagi atas :
- Mola hidatidosa klasik/komplet adalah kehamilan dimana tidak terdapat janin atau bagian tubuh janin. Hal ini ditandai dengan adanya gambaran proliferasi trofoblas, degenerasi hidropik vili korialis, dan berkurangnnya vaskularisasi kapiler dalam stroma dan disertai pembentukan kista lutein.
- Mola hidatidosa parsial/inkomplet adalah terdapat janin atau bagian tubuh janin. Hal ini ditandai dengan adanya jaringan plasenta yang sehat dan fetus. Gambaran edema vili hanya vokal dan proliferasi trofoblas hanya ringan dan terbatas pada lapisan sinsitiotrofoblas. Perkembangan janin terhambat akibat kelainan kromosom dan umumnya mati pada trimester pertama.
ETIOLOGI
Penyebab
mola hidatidosa tidak diketahui, faktor – faktor yang dapat
menyebabkan
antara lain :
1. Faktor
ovum : ovum memang sudah patologik sehingga mati, tetapi
terlambat
dikeluarkan.
2.
Imunoselektif dari Tropoblast
3.
keadaan sosioekonomi yang rendah
4.
paritas tinggi
5.
kekurangan protein
6. infeksi virus dan factor kromosom yang belum jelas
TANDA DAN GEJALA
pembesaran rahim yang terkadang
diikuti perdarahan, dan bercak berwarna merah darah beserta keluarnya materi
seperti anggur pada pakaian dalam.
·
Amenorrhoe dan tanda – tanda kehamilan
·
Perdarahan pervaginam dari bercak sampai perdarahan berat. Merupakan
gejala utama dari mola hidatidosa, sifat perdarahan bisa intermiten selama
berapa minggu sampai beberapa bulan sehingga dapat menyebabkan anemia
defisiensi besi.
·
Uterus sering membesar lebih cepat dari biasanya tidak sesuai dengan
usia kehamilan. Kecurigaaan biasanya terjadi pada minggu ke 14 - 16 dimana
ukuran rahim lebih besar dari kehamilan biasa.
·
Tidak dirasakan tanda – tanda adanya gerakan janin maupun ballotement
·
Hiperemesis,
·
Pasien dapat mengalami mual dan muntah cukup berat.
Pada
kasus mola hidatidosa terjadi peningkatan hormon HCG, hal ini menyebabkan
pasien sering mengalami mual muntah yang cukup berat.
·
Preklampsi dan eklampsi sebelum minggu ke – 24
·
Keluar jaringan mola seperti buah anggur, yang merupakan diagnosa
pasti
·
Tirotoksikosis
DIAGNOSA
1.
Klinis
a. Berdasarkan anamnesis
b. Pemeriksaan fisik
·
Inspeksi : muka dan kadang-kadang badan kelihatan kekuningan
yang disebut muka mola (mola face)
·
Palpasi : Uterus membesar tidak sesuai dengan tuanya kehamilan, teraba lembek tidak teraba bagian-bagian
janin dan ballotement dan gerakan janin.
·
Auskultasi : tidak terdengar bunyi denyut jantung janin
·
Pemeriksaan dalam : Memastikan besarnya uterus
Uterus terasa lembek terdapat perdarahan dalam kanalis servikalis
2. Laboratorium
Pengukuran kadar Hormon Karionik Ganadotropin (HCG) yang tinggi
maka uji biologik dan imunologik (Galli Mainini dan Plano test) akan
positif setelah titrasi (pengeceran) :
- Galli Mainini 1/300 (+) maka suspek molahidatidosa
3. Radiologik
- Plain foto abdomen-pelvis : tidak ditemukan tulang janin
- USG : ditemukan gambaran snow strom atau gambaran seperti badai
salju.
4. Uji Sonde (cara Acosta-sison)
-Tidak rutin dikerjakan. Biasanya dilakukan sebagai tindakan awal
curretage.
5. Histopatologik
-Dari gelembung-gelembung yang keluar, dikirim ke Lab. Patologi
anatomi
PEMERIKSAAN
PENUNJANG
Ada beberapa pemeriksaan
penunjang yang perlu dilakukan pada Mola Hidatidosa atau hamil anggur apabila
dokter Anda mencurigai atau melihat adanya gejala dan tanda yang mengarah pada
Mola pada diri Anda. Pemeriksaan penunjang tersebut diantaranya adalah:
1. Pemeriksaan serum ß-hCG
Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan adanya kehamilan dan pada
waktu tertentu akan diulang untuk melihat pola peningkatan/lonjakan hormon
ß-hCG ini untuk membedakan adanya kehamilan normal atau kehamilan anggur (mola
hidatidosa). Pemeriksaan ini juga dikatakan sebagai pemeriksaan ß-hCG serial.
2. USG (Ultrasonografi)
Selanjutnya, keadaan adanya janin atau tidak dipantau dengan
menggunakan USG. Dengan menggunakan USG, seorang ahli kandungan dapat
memastikan adanya kehamilan dengan melihat adakah janin di dalan kantung
gestasi (kantung kehamilan) dan mendeteksi gerakan maupun detak jantung janin.
Apabila semuanya tidak kita temukan di dalam pemeriksaan USG, maka kemungkinan
kehamilan ini bukanlah kehamilan yang normal.
3. Foto rontgen dada
Pemeriksaan rontgen dada digunakan untuk memantau keadaan sistemik
yang terjadi akibat adanya penyakit Mola ini. Harap diperhatikan bahwa rontgen
dilakukan apabila benar-benar telah dapat dipastikan bahwa kelainan yang
terjadi adalah Mola bukan kehamilan normal.
Ketiga pemeriksaan penunjang ini perlu
Anda lakukan, dimana hasil pemeriksaan ini akan dipergunakan dokter Anda, baik
untuk menegakkan diagnosis maupun penatalaksanaan penyakit Anda lebih lanjut.
Di samping itu, tentu saja, dokter Anda akan mengirim Anda ke laboratorium
untuk memeriksa darah Anda agar data penunjang medis menjadi lebih baik sebagai
dasar pertimbangan manajemen penyakit Anda.
KOMPLIKASI
- Perdarahan yang hebat sampai syok
-
Perdarahan berulang-ulang yang dapat menyebabkan anemia
- Infeksi
sekunder
- Perforasi
karena tindakan atau keganasan
PENATALAKSANAAN
1. Evakuasi
a. Perbaiki keadaan umum.
b. - Bila mola sudah keluar spontan dilakukan kuret atau kuret isap
- Bila Kanalis servikalis belum terbuka dipasang laminaria dan 12 jam
kemudian
dilakukan kuret.
c. Memberikan obat-obatan Antibiotik, uterotonika dan perbaiki keadaan
umum penderita.
d. 7-10 hari setelah kerokan pertama, dilakukan kerokan ke dua untuk
membersihkan sisa-sisa jaringan.
e. Histeriktomi total
dilakukan pada mola resiko tinggi usia lebih dari 30
tahun, Paritas 4 atau lebih,
dan uterus yang sangat besar yaitu setinggi
pusat atau lebih.
2. Pengawasan Lanjutan
- Ibu dianjurkan untuk tidak hamil dan dianjurkan memakai kontrasepsi oral pil.
- Mematuhi jadwal periksa
ulang selama 2-3 tahun :
·
Setiap minggu pada Triwulan pertama
·
Setiap 2 minggu pada Triwulan kedua
·
Setiap bulan pada 6 bulan berikutnya
·
Setiap 2 bulan pada tahun berikutnya, dan selanjutnya setiap 3 bulan.
-Setiap pemeriksaan ulang perlu
diperhatikan :
a. Gejala Klinis :
Keadaan umum, perdarahan
b. Pemeriksaan dalam :
- Keadaan Serviks
- Uterus bertambah kecil
atau tidak
3. Laboratorium
Reaksi biologis dan
imunologis :
- 1x seminggu sampai hasil negatif
- 1x2 minggu selama Triwulan selanjutnya
- 1x sebulan dalam 6 bulan selanjutnya
- 1x3 bulan selama tahun berikutnya
- Kalau hasil reaksi titer masih (+) maka harus dicurigai adanya
keganasan
3. Sitostatika Profilaksis
Metoreksat 3x 5mg selama
5 hari
DAFTAR
PUSTAKA
- Abdullah. M.N. dkk. Mola Hidatidosa. PEDOMAN DIAGNOSIS DAN
TERAPI
LAB/UPF. KEBIDANAN DAN PENYAKIT KANDUNGAN.
RSUD
DOKTER SOETOMO SURABAYA. 1994
- Martaadisoebrata. D, & Sumapraja, S. Penyakit Serta Kelainan Plasenta
&
Selaput Janin. ILMU KEBIDANAN. Yayasan Bina pustaka
SARWONO
PRAWIROHARDJO. Jakarta.2002
- Mochtar. R. Penyakit Trofoblas. SINOPSIS OBSTETRI. Jilid I. Edisi2.
Penerbit
Buku Kedokteran. ECG. Jakarta. 1998
- Sastrawinata, S.R. Mola Hidatidosa. OBSETETRI PATOLOGIK.
Bagian
Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas
Padjajaran
Tidak ada komentar:
Posting Komentar